Oleh: tbidris | April 2, 2008

Warren Buffett

Syahdan suatu sore di pertengahan bulan maret, maha guru keuangan dinegri ini yakni Prof. Roy Sambel bertanya, siapakah orang terkaya di Amerika sekarang ? karena jarang mengupdate berita langsung terbayang “pasti O’m Bill Gate dong” ternyata jawabanya salah, yang benar adalah Warren Buffett, terdengar sangat asing dan menimbulkan pertanyaan besar “Who’s that man…”

Cerita pun berlanjut dengan siapa guru dan orang yang paling mempengaruhi Warren Buffett. 85 % yang mempengaruhinya adalah Benjamin Graham, Intinya teorinya tentang hitungan Quantitative dengan ide pokok belilah saham ketika harganya murah, sedangkan 15 % yang mempengaruhinya adalah Philip Fisher, Inti teorinya tentang hitungan Qualitative dengan ide pokok lihatlah prospek kedepan dan petimbangkan kualitas manajemen perusahaan yang menukangi perusahaan.

Warren Buffett mengemukakan bahwa dalam berinvestasi ada 4 yang harus menjadi pedoman, pertama jangan mudah terpengaruh dan panik dengan situasi pasar karena tidak semua pelaku pasar rasional. kedua jangan terpengaruh dengan situasi makro ekonomi jangka pendek, Ketiga belilah bisnisnya dan bukan sahamnya dan yang terkahir aturlah dengan baik Portofolio bisnis yang kita punya.

Semudah itukah untuk menjadi orang terkaya, berikut disajikan biografi singkat Warren Buffett yang diambil dari Majalah Bisnis yang berjudul “Buffett, Kaya karena Sabar dan Telaten

Majalah Forbes menobatkan investor kawakan Wall Street, Warren Buffett, menjadi orang terkaya di jagat ini, menggantikan posisi Bill Gates yang sudah 13 tahun terakhir mendominasi daftar orang terkaya. Gates kini ada di posisi ketiga dengan kekayaan 58 miliar dollar AS. Posisi kedua ditempati jutawan telekomunikasi dari Meksiko, Carlos Slim Helú, yang memiliki 60 miliar dollar AS.

Kekayaan Buffett tahun 2007 naik dari 52 miliar dollar AS menjadi 62 miliar dollar AS, setara dengan Rp 570 triliun. Kekayaan Buffett, yang sering disebut ”Oracle from Omaha” ini, dihitung berdasarkan nilai sahamnya di perusahaan Berkshire Hathaway dan aset lain yang dia miliki.

Saham kelas A Berkshire naik 25 persen selama periode Juli 2006-Februari 2008. Harga saham itu sempat mencapai 150.000 dollar per lembar. Buffett membeli saham Berkshire 46 tahun lalu seharga 8 dollar per lembar, pada saat perusahaan itu merupakan perusahaan tekstil.

Kekayaannya tak datang dalam satu-dua tahun. Sejak muda Buffett memutar otak untuk mencari uang dan mengembangkan aset. Kemampuan finansialnya terasah sejak muda, pada saat anak seusianya senang bermain sepak bola.

Langkahnya dalam berinvestasi selalu menjadi perhatian investor perorangan. Tahun lalu muncul rumor dalam milis investor perorangan bursa Jakarta, sang investor fundamental Warren Buffett ”berbelanja” saham di Bursa Efek Indonesia. Segera para anggota milis ramai menebak saham apa yang kira-kira diborong investor kawakan ini. Tak hanya itu, di toko-toko buku tidak sedikit buku panduan investasi yang mengupas cara-cara sukses berinvestasi ala Buffett.

Dia bukan investor ”ji-go-bur”, investor yang mendapat kentungan ala jigo-gocap, beli saham pada harga Rp 25 lalu kabur saat harga Rp 50. Ia tak mengambil untung dari aksi beli saham pagi hari, lalu menjualnya pada sore hari.

Investasinya didasarkan pada nilai intrinsik perusahaan, bukan pada kenaikan harga saham yang didongkrak alias ”digoreng”. Dia memegang saham dalam jangka panjang dan tak melakukan perdagangan saham dalam tempo singkat.

Ada satu hal yang dilakukan Buffett dan banyak orang tak tahu. Saat membeli saham perusahaan, hal yang dia lihat adalah apakah cerobong asap perusahaan masih mengepul. Ini adalah salah satu indikator baginya, perusahaan itu benar-benar eksis dan operasional.

Sabar

Anak kedua dari tiga bersaudara ini pada usia enam tahun membeli enam Coca-Cola dari toko kakeknya seharga 24 sen. Dia menjual kembali kaleng-kaleng bekas minuman itu dengan harga nikel dan mendapatkan untung sebesar 5 sen.

Pada usia 11 tahun, Buffett membeli tiga unit saham Cities Service Preferred seharga 38 dollar per saham untuk dia dan kakaknya, Doris. Tak lama setelah dia membeli saham itu, harganya melorot menjadi 27 dollar per saham. Dengan sabar Buffett menunggu hingga harga saham naik menjadi 40 dollar, lalu menjualnya.

Buffett menyesal karena akhirnya saham Cities Service Preferred menjadi 200 dollar per saham. Peristiwa ini membawa pesan penting bagi dia dalam berinvestasi: bersabarlah!

Tak lama setelah membeli saham Berkshire tahun 1962, dia lalu menjadi pemegang saham pengendali pada 1965. Dia lalu membeli perusahaan asuransi dan dengan cerdik menginvestasikan cadangan kas perusahaan itu.

Kemudian, Berkshire menginvestasikan uangnya pada perusahaan asuransi seperti GEICO dan General Re, perhiasan Borsheim, perusahaan makanan Diary Queen, dan perusahaan permen See’s Candies. Perusahaan itu juga menjadi pemegang saham bukan pengendali pada Anheuser-Busch, Coca-Cola, dan Wells Fargo.

Strategi investasinya sederhana. Dia tak dipusingkan oleh rumor yang setiap hari berseliweran di kalangan para investor saham. Buffett fokus pada perusahaan dengan saham berharga murah, tetapi punya kesempatan berkembang.

Buffett hanya mau berinvestasi pada saham-saham perusahaan yang bisnisnya dia kenal dengan baik. Ia memiliki saham Coca-Cola dan tak pernah menjualnya. Pada saat bisnis internet meledak, semua orang di pasar saham seakan terlanda eforia dan beramai-ramai membeli saham-saham dotcom. Ia tak tergoda. Saham perusahaan berbasis internet seperti Global Crossing dan Etoys.com pernah seharga 80 dollar per unit, tetapi kini saham-saham tersebut tak berharga. Dia tidak pernah membeli saham perusahaan dotcom. Tentu penilaian Buffett tidak pas untuk saham Google.

Lepas dari itu, saat membeli saham, Buffett tak pusing dengan tabel, rumus, grafis, dan analisis teknikal. Dia lebih menganalisis secara fundamental perusahaan yang hendak dibeli. Buku favoritnya adalah The Intelligent Investor karya Ben Graham, gurunya. Graham menulis, berinvestasi adalah mengenai kemampuan untuk memahami gambaran besar, bukan terpaku pada detail-detail teknis.

Akan tetapi, strategi Buffett berlandaskan kesabaran dan ketelatenan itu hanya bisa diterapkan di negara dengan bursa yang memiliki sistem kuat. Artinya, dalam bursa itu pengawas harus kuat dan emiten (perusahaan penerbit saham) mesti jujur. Masalahnya, ada juga bursa di dunia yang berisi perusahaan tak kredibel dan pengawas bursa yang bisa disuap.

Sederhana dan murah hati

Buffett tetap sederhana dan tinggal di kawasan Dundee, Omaha, yang dia beli tahun 1958. Ia bersahabat baik dengan pasangan Bill dan Melinda Gates.

Buffett memberikan 10 juta saham Berkshire untuk Yayasan Bill & Melinda Gates senilai 30,7 miliar dollar. Jumlah itu merupakan sumbangan terbesar sepanjang sejarah.

Dia juga menyumbangkan saham Berkshire senilai 6,7 miliar kepada Yayasan Susan Thompson Buffett. Orang kaya ini juga merupakan penyumbang untuk calon presiden Hillary Clinton ataupun Barack Obama.

Kehidupan rumah tangganya agak membingungkan. Istrinya, Susan, yang dinikahi tahun 1952, meninggalkan dia pada 1977, pindah ke San Francisco. Tetapi, secara hukum mereka tidak pernah bercerai hingga Susan meninggal pada 2004. Hubungan keduanya tetap baik walaupun tidak tinggal satu atap.

Susan, penyanyi kabaret, pun masih sering mendampingi Buffett. Susan pula yang memperkenalkan Buffett kepada Astrid Menks, pelayan restoran di sebuah kafe di Omaha. Satu tahun setelah Susan meninggalkan Buffett, Astrid hidup bersama Buffett atas restu Susan.

Dalam banyak kesempatan, mereka bertiga tampil bersama. Dua tahun setelah Susan meninggal, barulah Buffett secara resmi meminang Astrid sebagai istrinya.

Sumber : http://vibiznews.com


Responses

  1. buffet emang hebat dalam penyusunan portfolio sahamnya……..

    tapi kadang dia juga sering spekulasi ko’, cuba jarang ajah dibahas dikelas-kelas kampus. sering juga keluar-masuk BEJ…..

    tapi entah kenapa g lebih ngefans dengan “Jesse Livermore”

    btw, lu udah investasi saham bro?….

  2. sabar & telaten

    “wan shi kai dou nan” …. pepatah Cina yang gw pelajari di Indomobil Chery …. “segala sesuatu memang sulit saat di mulai” …. makanya setiap pekerjaan itu kita harus “Gao-Gao Xing Xing De Shang Ban” …. “bekerja dengan gembira”

    kerja bukan untuk diri kita sendiri tapi untuk orang lain juga…

    someday I’ll be Warren Buffett II …. Amiiin

  3. “tiap orang mempunyai jalan untuk sukses dengan sendirinya tidak perlu mencetak jalannya orang sukses..but.. memahami kenapa orang bisa sukses broo….”

    for “K21” udah mengerti saham sampai dimana sih??????????????

  4. gileeeeeeee,11 taon dah investasi???kl gw 11 taon lg maen boneka

  5. maaf bila ada salah kata sekedar share mengenai warren,Warren tipikal investor “Kura-Kura” pada akhirnya kura2 yg Menang,Takutlah disaat orang lain rakus dan rakuslah disaat orang lain Takut Membeli”itu adalah cara warren memilih saham dia tidak pernah pusing dengan omongan orang Salut bwt warren yg sangat sabar,warren tidak membeli saham karna bisnisnya tapi dia membeli Bisnis karna Sahamnya,dia memiliki portofolio yg mengagumkan intelegensi financial yg tinggi dan yg menarik Dia sangat sederhana dia tidak punya pesawat pribadi meskipun dia punya perusahaan pesawat,dia bahkan membeli barang aspal Dia hanya fokus untuk investasi dan menyumbang pada kemanusiaan sekarang kita tau mana ORANG KAYA dan ORANG PURA-PURA KAYA bandingkanlah dgn warren Khususnya untuk MASYARAKAT INDONESIA saat ini🙂,tq.

  6. warrent buffet sekarang menjalin kerjasama dengan bill gates dan mengkampanyekan agar orang-orang terkaya diAmerika untuk mendermakan 50% persen kekayaanna.. ini sangat luar biasa, karena Islam mengajarkan kita untuk bersedekah, dan ternyata bukan hanya orang Islam saja yang mengaplikasikannya. semoga kita selaku umat islam lebih giat lagi untuk bersedekah..

    amieeenn..

  7. buffet telah membuktikan kekayaan tak selalu berarti angkuh, klo banyak orang yang bilang uang itu jahat sebagai alat kapitalisasi mungkin benar, tapi ketika kita berfikir untuk prestasi uang hanya akan jadi prodak sampingan.

  8. yang saya tahu warren tipe pekerja keras, melihat peluang bagus, mengamati dan menangkapnya.
    berorientasi pada investasi jangka panjang dan pentingnya kerjasama.

    Ach.17.kbm

  9. wow,, perfect bgt,, kaya,murah hati,penyabar,,, smoga bs mnyikuti jejak`a dlm hal finansial,,, amin,,,

  10. warren buffet memang mengagumkan…sukses dan baik hati.
    http://kafebuku.com/warren-buffett-investor-paling-sukses-di-dunia/

  11. […] Memiliki penghasilan sendiri bisa dilakukan dengan cara berbisnis dan atau berinvestasi. Di sini saya tidak membahas investasi yang cocok untuk mahasiswa. Kalau Anda seorang mahasiswa yang lebih tertarik belajar investasi, coba Anda mulai dengan membaca biografi Warren Buffett. […]

  12. This particular post, “Warren Buffett Tb Mh Idris Kartawijaya” was remarkable.
    I am producing out a backup to present to my pals. I appreciate it,Eva

  13. Where exactly did u actually pick up the suggestions to write ““Warren
    Buffett Tb Mh Idris Kartawijaya”? Thanks for your time -Layne

  14. 7 hours ago via Tweetbot for iOS Reply Retweet Favorite powered by socialditto thesulkAlec SulkinWhite wine is just I’m
    disappointed in my husband juice, right? Used at a private function or
    public display, personalised wine labels for your next celebration or
    function.

  15. Be sure to have a very slim chance that he’ll get down and
    dirty with his free time. You must be a little bit, amping up security, taking
    some measures, and I’m so excited about the flour
    bomber. Because, obviously, if you’re going to expire.

    This type of motorcycle are well grounded in their own unique and individual
    character, the bike is able to fit the baggage in the past.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: