Oleh: tbidris | April 1, 2008

Target Indonesia 2030

Bertempat di Istana Negara pada hari Kamis 22 Maret 2007. Yayasan Indonesia Forum meluncurkan Visi Indonesia 2030 yang ditandai dengan peluncuran buku “Kerangka Dasar Visi Indonesia 2030″ dihadiri Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. target yang hendak di capai oleh visi tersebut adalah ” Negara maju yang unggul dalam pengelolaan kekayaan alam”, ditopang oleh 4 pencapaian utama, yaitu :

  1. Masuk 5 besar dalam kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan perkapita sebesar US$ 18.000
  2. Pemanfatan kekayaan alam yang berkelanjutan
  3. Perwujudan kehidupan modern yang merata (share growth)
  4. Mengantarkan setidaknya 30 perusahaan Indonesia dalam daftar Fortune 500 company

Visi ini dibangun dengan mengasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi riil rata-rata adalah sebesar 7,62 % per tahun, laju inflasi rata-rata sebesar 4,95 % per tahun dan pertumbuhan penduduk rata-rata 1,12 % per tahun.

Kenyataan yang terjadi sekarang, pendapatan perkapita sebesar hanya US$ 1600 dengan pertumbuhan ekonomi sepuluh tahun terakhir tidak pernah lebih dari 6 %. asumsi APBN 2008 pertumbuhan ekonomi diharapkan 6,3 % dan yang menarik revisi terbaru dari World Bank yang melansir bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sebesar 6 % dikarenakan pertumbuhan perekonomian nasional akan tergerus oleh perlambatan ekonomi global.

Terlepas dari kondisi yang ada sekarang, pertanyaan yang mendasar bagi generasi kelahiran 80’an adalah dimanakah posisi kita dalam mencapai target Indonesia 2030.

Kita beranalogi bahwa umur kita pada 2030 adalah 50 tahun, ini berarti sebuah mimpi yang telah dicanangkan oleh Yayasan Indonesia Forum akan kita nikmati, dan berimplikasi bahwa mulai saat ini kita telah ikut dalam gerbong besar yang sedang berjalan menuju sang mimpi, atau kita sama sekali acuh tak acuh pada mimpi ini…..

Menurut sebagian orang bahwa kesuksesan berawal dari sebuah Mimpi……… yang akan terwujud atau hanya sebagai kembang tidur yang akan berhenti ketika kita terbangun…….


Responses

  1. mimpi sah-sah saja menjadi pendorong kinerja……. dan menuju ke arah lebih baek…..

    tapi sayangnya indon lebih banyak terkurung pada mimpi-mimpi yang membuai deh…… ‘ga ada kerja yang nyata untuk merealisasikan semua itu menjadi realita……

  2. 5 (lima) sasaran pokok bahwa perekonomian bisa menjadi lebih baik yaitu meliputi menurunnya penduduk miskin melalui penciptaan lapangan kerja secara memadai yang mampu mengurangi pengangguran terbuka; berkurangnya kesenjangan pendapatan terutama di daerah pedesaan dan daerah-daerah terbelakang; meningkatnya kualitas manusia; membaiknya mutu lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam; serta meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana penunjang pembangunan.

    kemudian untuk menunjang semua itu arah pembangunan dalam jangka pendek dan menengah, yaitu membangun sektor perdagangan yang berdaya saing tinggi dan berdaya tahan kuat sebagai motor penggerak sekaligus ujung tombak pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan, terutama melalui peningkatan daya saing dan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja serta perolehan dan penghematan devisa.

    Saat ini pula seharusnya kegiatan perdagangan dalam negeri yang paling penting untuk ditangani pemeritah adalah menyangkut pengadaan dan penyaluran barang kebutuhan pokok masyarakat. Namun yang terjadi di lapangan adalah masih banyaknya kekurangan di setiap provinsi.

    Indonesia tidak mempunyai fundamental ekonomi yang jelas, tidak ada keseriusan didalam menjalankan program ekonomi, semua bersifat kondisonal. Tidak adanya/berjalannya badan pengawasan & evaluasi kebijakan pemerintah (yang seharusnya di gunakan oleh MPR/DPR) membuat semakin tidak tercapainya target perekonomian secara baik & benar.

    Pemerintah sejak jaman orde baru telah melupakan kebijakan orde lama yang berpegang teguh pada ekonomi kerakyatan baru kemudian bergerak ke ekonomi global. Pemerintah orde baru hingga sekarang lupa, bahwa negara ini adalah negara rapuh, dengan cadangan devisa yang sangat kecil serta tingkat investasi yang tidak terlalu besar maka negara ini sangat mudah terserang wabah “krisis”.

    untuk itu guna meraih mimpi di Tahun 2030 pemerintah layak memperhatikan hal-hal berikut:

    1.biaya ekonomi yang harus ditanggung oleh dunia usaha

    2.sistem jaringan koleksi dan distribusi nasional serta investasi lokal maupun non-lokal

    3.fasilitas infrastruktur di seluruh nusantara

    4.perangkat hukum perdagangan yang saat ini bisa dikatakan “tidak ada” hukumnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: