<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tb Mh Idris Kartawijaya</title>
	<atom:link href="http://tbidris.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tbidris.wordpress.com</link>
	<description>"Explore New Possibilities"</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Sep 2011 10:03:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tbidris.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tb Mh Idris Kartawijaya</title>
		<link>http://tbidris.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tbidris.wordpress.com/osd.xml" title="Tb Mh Idris Kartawijaya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tbidris.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ketimpangan Pembangunan Lampung</title>
		<link>http://tbidris.wordpress.com/2009/02/21/ketimpangan-pembangunan-wilayah-lampung/</link>
		<comments>http://tbidris.wordpress.com/2009/02/21/ketimpangan-pembangunan-wilayah-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 13:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tbidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Moneter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tbidris.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Ketimpangan wilayah merupakan salah satu permasalahan yang pasti timbul dalam pembangunan. Ketimpangan wilayah menjadi signifikan ketika wilayah dalam suatu negara terdiri atas beragam potensi sumber daya alam, letak geografis, kualitas sumber daya manusia, ikatan etnis atau politik. Keberagaman ini selain dapat menjadi sebuah keunggulan, juga sangat berpotensi menggoncang stabilitas sosial dan politik nasional. Salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=36&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketimpangan wilayah merupakan salah satu permasalahan yang pasti timbul dalam pembangunan. Ketimpangan wilayah menjadi signifikan ketika wilayah dalam suatu negara terdiri atas beragam potensi sumber daya alam, letak geografis, kualitas sumber daya manusia, ikatan etnis atau politik. Keberagaman ini selain dapat menjadi sebuah keunggulan, juga sangat berpotensi menggoncang stabilitas sosial dan politik nasional. Salah satu jalan untuk mengurangi ketimpangan wilayah ialah menyelenggarakan pembangunan. Namun, pembangunan tidak serta merta dapat mengurangi ketimpangan wilayah. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengedepankan kembali konsep pemerataan dalam pembangunan di Indonesia. (Bapennas 2007)<span id="more-36"></span></p>
<p>Ketimpangan pembangunan antara wilayah yang terjadi di Indonesia dapat dilihat dari berbagai aspek. Secara umum, hal ini merujuk pada perbedaan tingkat kesejahteraan dan perkembangan ekonomi. Untuk menguranginya, upaya percepatan pembangunan di wilayah relative tertinggal sudah dilakukan, namun hasilnya belum dapat sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat. Oleh karena itu ketimpangan menjadi masalah yang penting dan harus diatasi.</p>
<p>Kebijakan untuk mengatasi ketimpangan pembangunan antar daerah diarahkan pada beberapa aspek yang salah satunya adalah pengembangan wilayah-wilayah strategis. Pengembangan wilayah strategis diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan yang memberikan dampak positif bagi wilayah – wilayah disekitarnya. Perhatian pemerintah terhadap perkembangan daerah tertinggal dan pengurangan ketimpangan meningkat sejalan dengan upaya pencapaian sasaran dalam RPJMN 2004-2009, berbagai program sektoral dan pemihakan penggaran mulai diarahkan pada program-program yang bertujuan untuk mengurangai ketimpangan wilayah. Untuk mengetahui kinerja terhadap pelaksanaan rencana maka dilakukan evaluasi guna mengetahui capai yang telah diraih selama tahun 2004-2009.</p>
<p>Pada saat ini ketimpangan antarwilayah di Indonesia masih dapat terlihat di antara wilayah perkotaan dan perdesaan, antara wilayah yang lebih maju dan wilayah tertinggal, antara metropolitan, kota besar, menengah, dan kecil, antara perkotaan dan perdesaan, serta ketertinggalan juga dialami pada daerah perbatasan dan pulaupulau kecil terluar. Salah satu aspek penting dalam menangani pengembangan wilayah di Indonesia ialah mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi antara wilayah Jawa dan luar Jawa.</p>
<p>Kondisi Awal Lampung 2004</p>
<p>Kondisi awal saat RPJMN dirumuskan, terdapat beberapa kendala dalam upaya pelaksanaan pemerataan pembangunan, kendala yang dihadapi ini terkait dengan pengembangan kawasan berbasis potensi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Permasalah ini diantaranya berhubungan dengan keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, akses terhadap input/sarana produksi, akses pasar, akses modal, serta akses teknologi dan informasi. Pada saat yang sama, adanya kecenderungan percepatan pembangunan yang berbeda-beda mengakibatkan pembangunan terkonsentrasi pada kota-kota besar dan wilayah-wilayah yang sudah maju.</p>
<p>Kota-kota nasional yang seharusnya menjadi penggerak bagi pembangunan disekitarnya, khususnya wilayah pedesaan, justru memberikan dampak yang merugikan (Backwash effects). Hal ini antara lain dikarenakan kurang berfungsinya system kota. Kota nasional secara hirarkis sehingga belum dapat memberikan pelayanan yang efektif dan optimal bagi wilayah pengaruhnya. Di samping itu masih terjadi ketidakseimbangan pertumbuhan antara kota-kota besar, metropolitan dengan kota-kota menengah dan kecil, dimana pertumbuhan kota-kota besar dan menengah masih terkonsentrasi di pulau jawa dan bali. Pada saat yang sama, kota-kota besar dan kota-kota metropolitan mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat dan yang tidak diimbangi dengan pengolahan (manajemen) ketersedian fasilitas perkotaan, seperti perumahan, transportasi dan pusat-pusat distribusi yang menyediakan barang dan jasa yang terjangkau bagi kelompok miskin.</p>
<p>Masyarakat yang berada di wilayah tertinggal pada umumnya masih belum banyak tersentuh oleh program-program pembangunan sehingga akses terhadap pelayanan social dan ekonomi masih sangat terbatas. Hal ini lebih lanjut menyebabkan keterisolasian dari wilayah di sekitarnya. Oleh karena itu, hal ini memerlukan perhatian dan keberpihakan pembangunan yang besar dari pemerintah.</p>
<p>Dalam hal ini yang menyebabkan terhambatnya upaya pengembangan wilayah tertinggal, antara lain ; (1). Terbatasnya akses transportasi yang menghubungkan wilayah tertinggal dengan wilayah yang relative lebih maju; (2) kepadatan penduduk yang relative rendah dan tersebar; (3) kebanyak wilayah-wilayah ini miskin sumberdaya, khususnya sumberdaya alam dan manusia namun dalam kondisi wilayah kaya akan sumberdaya alam seringkali pengelolaanya kurang optimal karena keterbatasan sarana dan prasarana, (4). Belum di prioritaskannya pembangunan di wilyah tertinggal oleh pemerintah daerah karena dianggap tidak menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) secara langsung; (5). Belum optimalnya dukungan sektor terkait untuk pengembangan wilyah-wilayah ini.</p>
<p>Sasaran Yang Ingin Dicapai</p>
<p>Kondisi wilayah-wilayah yang masih relatif belum maju dan tertinggal sangat membutuhkan intervensi kebijakan pembangunan dari pemerintah, sehingga diharapkan dapat mempercepat pembangunan di wilayah-wilayah ini yang pada akhirnya dapat meningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Sasaran dari pengurangan ketimpangan pembangunan antar wilayah adalah:</p>
<ol>
<li>Terwujudnya percepatan pembangunan di wilayah-wilayah cepat tumbuh dan strategis, wilayah tertinggal, termasuk wilayah perbatasan dalam suatu ‘sistem wilayah pengembangan ekonomi’ yang terintegrasi dan sinergis;</li>
<li>Terwujudnya keseimbangan pertumbuhan pembangunan antar kota-kota metropolitan, besar, menengah, dan kecil secara hirarkis dalam suatu ‘sistem pembangunan perkotaan nasional;’</li>
<li>Terwujudnya percepatan pembangunan kota-kota kecil dan menengah, terutama di luar Pulau Jawa, sehingga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai ‘motor penggerak’ pembangunan di wilayah-wilayah pengaruhnya dalam ‘suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi,’ termasuk dalam melayani kebutuhan masyarakat warga kotanya;</li>
<li>Terkendalinya pertumbuhan kota-kota besar dan metropolitan dalam suatu ‘sistem wilayah pembangunan metropolitan’ yang compact, nyaman, efisien dalam pengelolaan, serta mempertimbangkan pembangunan yang berkelanjutan;</li>
<li>Terwujudnya keterkaitan kegiatan ekonomi antar wilayah perkotaan dan perdesaan dalam suatu ‘sistem wilayah pengembangan ekonomi’ yang saling menguntungkan;</li>
<li>Terwujudnya keserasian pemanfaatan dan pengendalian ruang dalam suatu ‘sistem wilayah pembangunan yang berkelanjutan.’</li>
<li>Terwujudnya sistem pengelolaan tanah yang efisien, efektif, serta terlaksananya penegakan hukum terhadap hak atas tanah masyarakat dengan menerapkan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan demokrasi.</li>
</ol>
<p>Dalam RPJMD Provinsi lampung yang hendak dicapai adalah:</p>
<ol>
<li>Meningkatnya diversifikasi usaha dan daya saing ekonomi wilayah secara merata;</li>
<li>Sinkronisasi dan Sinergi dengan pemantauan masyarakat daerah;</li>
<li>Tercapainya sinergi pemberdayaan daerah dan pemberdayaan nasional di daerah;</li>
<li>Tercapainya sinergi kebijakan dan program pembangunan Kabupaten/Kota;</li>
<li>Tercapainya bentuk – bentuk kerjasama antar Kabupaten /Kota dalam rangka efektivitas dan sinkronisasi pelaksanaan pembangunan dengan mediasi pemerintah provinsi.</li>
</ol>
<p>Arah Kebijakan<br />
Secara umum dan spesifik isu mengenai pengurangan ketimpangan pembangunan nasional dalam hal ini ketimpangan antara wilayah yang ada di wilayah Provinsi Lampung, dalam dokumen Rencana Stratejik (Renstra) Provinsi Lampung 2004-2009, dalam misi ke 5 dan 8 “peningkatan kesinergian dan keterpaduan serta keharmonisan pembangunan, pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota”.</p>
<ol>
<li>Memantapkan kinerja dan koordinasi  dan fasilitasi kepada Kabupaten/Kota;</li>
<li>Kerjasama pembangunan antar Kabupaten/Kota dalam rangka keterpaduan program pember-dayaan;</li>
<li>Kerjasama pembangunan antar kabupaten/Kota dalam membuat networking dan menghindari persaingan yang tidak sehat;</li>
<li>Wilayah Provinsi Lampung merupakan satu kesatuan yang harus dibangun secara bersama.</li>
</ol>
<p>Pencapaian RPJMN di daerah Lampung (2005-2007)</p>
<p>Upaya Yang Dilakukan Hingga 2007</p>
<p>Dalam table laju pertumbuhan perkabupaten dan kota di provinsi Lampung tahun 2003-2006, terdapat ketimpangan dalam pembangunan di kabupaten Lampung Timur dengan Kabupaten/Kota Lainnya di Provinsi Lampung. Kabupaten Lampung Timur tahun 2006 hanya mengalami pertumbuhan sebesar 1,53, ini sangat berbeda jauh dengan Kota Bandar Lampung yang mampu tumbuh pada tahun 2006 sebesar 6,81.<br />
Tabel 4.12-1<br />
Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 menurut<br />
Kabupaten/Kota Propinsi Lampung Tahun 2003 &#8211; 2006 (Persen)</p>
<p>2003	2004	2005	2006<br />
Kabupaten Lampung Barat	2,61	5,44	3,98	2,48<br />
Kabupaten Tanggamus	4,21	5,52	4,74	5,53<br />
Kabupaten Lampung Selatan	3,44	4,32	4,21	5,08<br />
Kabupaten Lampung Timur	6,54	-0,77	-0,14	1,53<br />
Kabupaten Lampung Tengah	5,61	6,13	5,17	5,80<br />
Kabupaten Lampung Utara	5,12	5,37	4,80	4,85<br />
Kabupaten Way Kanan	4,12	4,66	4,08	4,17<br />
Kabupaten Tulang Bawang	4,70	4,51	4,86	5,79<br />
Kota Bandarlampung	9,57	8,12	4,72	6,81<br />
Kota metro	8,97	3,90	4,43	5,94<br />
Provinsi Lampung	5,76	5,07	4,02	4,93</p>
<p>Sumber ; Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung</p>
<p>Tabel 4.12-2<br />
Banyaknya Desa Mendapat Bantuan Program Pengembangan<br />
Kecamatan (PPK) Tahun 2006 Propinsi Lampung</p>
<p>Banyaknya Desa	Dana Rp.<br />
Kabupaten Lampung Barat	-	-<br />
Kabupaten Tanggamus	-	-<br />
Kabupaten Lampung Selatan	-	-<br />
Kabupaten Lampung Timur	139	11.500.000.000,-<br />
Kabupaten Lampung Tengah	126	10.000.000.000,-<br />
Kabupaten Lampung Utara	203	11.750.000.000,-<br />
Kabupaten Way Kanan	109	6.000.000.000,-<br />
Kabupaten Tulang Bawang	81	5.000.000.000,-<br />
Kota Bandarlampung	-	-<br />
Kota metro	-	-<br />
Provinsi Lampung	-	-</p>
<p>Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung</p>
<p>Dari data jumlah kecamatan yang mendapat bantuan program pengembangan kecamatan (PPK) tahun 2006. Yang paling banyak mendapat bantuan adalah Kabupaten Lampung Utara sebanyak 203 desa, dan yang paling di Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 81 desa.</p>
<p>Program Nasional dalam upaya percepatan pengurangan ketimpangan pembangunan yang telah terlaksana di Provinsi Lampung untuk tahun 2007 adalah pembangunan kawasan terpadu mandiri di tempat transmigrasi. Program KTM di kawasan transmigrasi pada dasarnya diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan memenuhi kebutuhan papan; mendukung ketahanan nasional melalui stabilitas keamanan nasional melalui stabilitas keamanan di daerah perbatasan; mendukung pengembangan kebijakan energi alternative di kawasan transmigrasi; mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dan strategi pemerataan investasi daerah serta merupakan bagian dari pelaksanaan program mengatasi kemiskinan dan pengangguran secara berkesinambungan. Kawasan KTM ini akan dilengkapi dengan beragam fasilitas publik antara lain puskesmas, pasar, atau pusat perbelanjaan, dan berbagai kantor lembaga pemerintahan.</p>
<p>Delapan kawasan yang menjadi pilot project KTM ini terletak di salah satunya Mesuji (Lampung)  diperkirakan akan menjadi pusat pertumbuhan baru dalam waktu sekitar 15 tahun.<br />
Permasalahan Pencapain Sasaran<br />
Perkotaan<br />
Permasalahan yang masih dihadapi dalam pembangunan perkotaan dan usaha menciptakan keterkaitan antara desa dan kota adalah kurang berfungsinya sistem kota-kota nasional dalam pengembangan wilayah. Pembangunan kota-kota yang hierarkis belum sepenuhnya terwujud sehingga belum dapat memberikan pelayanan yang efektif dan optimal bagi wilayah pengaruhnya. Keterkaitan antarkota-kota dan antar kota-desa yang berlangsung saat ini tidak semuanya saling mendukung dan sinergis. Hal ini dapat dilihat dari</p>
<ol>
<li>belum optimalnya peran kota kecil dan menengah dalam menstimulan pertumbuhan wilayah;</li>
<li>belum terbangunnya keterkaitan spasial dan mata rantai produksi antara pertanian danmasukan inputnya antara kawasan perkotaan dan perdesaan; dan</li>
<li>belum efektifnya peran kota-kota kecil dan menengah sebagai kota perantara dari proses produksi di perdesaan, di kota-kota besar dan metropolitan.</li>
</ol>
<p>Tata Ruang dan Pertanahan<br />
Permasalahan yang dihadapi dalam bidang penataan ruang antara lain adalah:</p>
<ol>
<li>belum lengkapnya peraturan perundangundangan dan norma standar prosedur manual (NSPM) di bidang penataan ruang menyebabkan penataan ruang sulit diimplementasikan di lapangan;</li>
<li>rencana tata ruang belum dimanfaatkan secara optimal dalam mitigasi dan penanggulangan bencana, peningkatan daya dukung wilayah, dan pengembangan kawasan;</li>
<li>rencana tata ruang belum dapat dijadikan sebagai pedoman di dalam pelaksanaan pembangunan maupun dalam pemberian perizinan pemanfaatan ruang;</li>
<li>kurangnya sinkronisasi dan harmonisasi antar produk perencanaan tata ruang yang mengakibatkan terjadinya konflik kelembagaan di dalam pelaksanaan penyusunan rencana tata ruang yang bersifat makro dan mikro;</li>
<li>kurangnya koordinasi antarinstansi pemerintahan di bidang penataan ruang;</li>
<li>masih lemahnya kepastian hukum di dalam pengendalian pemanfaatan ruang;</li>
<li>masih besarnya potensi terjadinya konflik pemanfaatan ruang laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil serta belum optimalnya pemanfaatan sumber daya laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil karena kurangnya koordinasi penataan ruang dan belum lengkapnya pedoman penataan ruang laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil;</li>
<li>belum terpadunya pengelolaan pulau-pulau kecil, termasuk pulau-pulau kecil terluar dan pulau-pulau kecil di wilayah perbatasan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah;</li>
<li>lemahnya kualitas pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang, terutama kurangnya dukungan sistem informasi dan pemantauan penataan ruang telah mengakibatkan sering terjadinya konflik pemanfaatan ruang antarsektor, antarwilayah, dan antarpelaku</li>
<li>terjadinya alih fungsi lahan yang disebabkan oleh meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan yang berimplikasi pada terjadinya alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan permukiman/perkotaaan, dan alih fungsi lahan kawasan lindung menjadi non lindung;</li>
<li>semakin maraknya pemekaran wilayah yang tidak didukung oleh penataan ruang yang terencana;</li>
<li>masih terbatasnya keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan penataan ruang sehingga rencana tata ruang belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang;</li>
<li>belum efektifnya pengawasan penyelenggaraan kegiatan penataan ruang di daerah;</li>
<li>belum optimalnya penyelenggaraan penataan ruang di daerah;</li>
<li>belum optimalnya peran pemerintah daerah dalam bidang penataan ruang sebagai sektor dasar dalam pembangunan daerah; dan</li>
<li>diperlukannya penguatan landasan penyelenggaraan penataan ruang agar lebih efektif dan operasional melalui Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, perbaikan kualitas Rencana Tata Ruang Wilayah dan pengendalian pemanfaatan ruang.</li>
</ol>
<p>Permasalahan dalam bidang pertanahan adalah:</p>
<ol>
<li>terdapat ketimpangan pemilikan dan penguasaan tanah, atau terkonsentrasi pada sekelompok kecil masyarakat</li>
<li> tingginya jumlah konflik dan sengketa tanah;</li>
<li> belum memadainya jaminan kepastian hukum atas tanah yang tercermin dari tingkat sertifikasi yang baru mencapai 41,5% dari total jumlah bidang tanah; dan</li>
<li> belum optimalnya kondisi sistem pengelolaan dan administrasi pertanahan di Indonesia.</li>
</ol>
<p>Permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan daerah tertinggal adalah</p>
<ol>
<li> rendahnya ketersediaan infrastruktur, terutama akses transportasi (keperintisan dan PSO) dan komunikasi (USO) serta listrik perdesaan;</li>
<li> rendahnya tingkat pelayanan sosial dasar terutama pendidikan dan kesehatan;</li>
<li> belum optimalnya pemanfaatan sumber daya dan pengembangan potensi ekonomi lokal, terutama dalam hal koordinasi dan kerjasama kelembagaan, baik di pusat maupun di daerah dan keuangan daerah;</li>
<li> lemahnya kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dalam mengelola potensi sumber daya lokal; dan</li>
<li> rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat setempat.</li>
</ol>
<p>Tindak lanjut yang diperlukan dalam pembangunan perkotaan adalah:</p>
<ol>
<li> Menyusun dan menyiapkan struktur perkotaan dalam usaha memantapkan peran serta fungsi kota untuk mendukung pengembangan kota-kota secara hirarkis dan memiliki keterkaitan kegiatan ekonomi antar kota yang sinergis dan saling mendukung;</li>
<li> Mengembangkan dan mengoptimalkan peran kota kecil dan menengah sebagai pendukung ekonomi perdesaan;</li>
<li> Meningkatkan pelayanan kebutuhan dasar perkotaan;</li>
<li> Peningkatan kapasitas pemerintah daerah kabupaten/kota dalam pelayanan publik dan pengelolaan lingkungan perkotaan;</li>
<li> Peningkatan kemampuan dalam pengembangan kemitraan dengan swasta; serta</li>
<li> Meningkatkan daya saing kawasan perkotaan melalui peningkatan kualitas kelembagaan, optimalisasi penataan ruang dan pengembangan infrastruktur dasar.</li>
</ol>
<p>Di samping itu untuk Provinsi Lampung Penetapan kawasan-kawasan prioritas pembangunan seperti: kawasan andalan/unggulan/terpadu telah membagi habis hampir semua ruang wilayah Propinsi Lampung, tentunya diharapkan dapat memacu pertumbuhan dan pemerataan ekonomi wilayah.</p>
<ol>
<li> Kawasan unggulan yang diharapkan dapat mengurangi ketimpangan wilayah dan menurunkan angka kemiskinan adalah: dalam RTRWN 2007 ditetapkan 5 Kawasan Andalan Nasional di Lampung yaitu: Bandarlampung- Gunung Sugih; Kotabumi dan sekitarnya; Mesuji dan sekitarnya, Liwa-Krui; Krakatau dan sekitarnya.</li>
<li> Selanjutnya di tingkat Propinsi juga ditetapkan kawasan unggulan Propinsi dan Kabupaten/Kota yaitu: Kawasan wisata Bakauheni/Tugu Siger, Kawasan wisata Batu Putu, Gunung Betung, Kawasan TERBAGUS (Terbanggi Besar- Gunung Sugih), Kawasan Agropolitan (Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur dan Gisting Kabupaten Tanggamus), Kawasan Kota Mandiri Terpadu Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang, Kawasan Wisata Terpadu Lombok, Danau Ranau Kabupaten Lampung Barat.  Kawasan andalan ini jika tidak dilengkapi dengan kelembagaan yang kuat, maka dikhawatirkan hanya akan menjadi konsep saja, disamping itu hendaknya pemerintah juga menyesuaikan program-program pengembangan kawasan ini dengan penangulangan kemiskinan di kawasan tersebut.</li>
</ol>
<p>Penutup<br />
Hasil pembanguan nasional yang telah dilakuakn selama ini ternyata masih belum bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Hal ini menyebabkan kesenjangan pertumbuhan dan tingkat pembangunan antar wilayah.  Dengan luas wilayah terbesar kedua di Pulau Sumatera, Lampung mempunyai potensi ketimpangan wilayah yang besar diantara wilayahnya. Saat ini Provinsi Lampung terdiri atas 10 Kabupaten/Kota, dan potensi pemekaran wilayah perlu untuk terus di kaji agar ketimpangan, terutama wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan dapat teratasi dengan pemekaran (salah satu alternative mengurangi rentang kendali yang luas di beberapa Kabupaten, seperti Kabupaten Tulang Bawang dan Lampung Utara). Dan daerah yang sudah mampu berdiri sendiri perlu terus di dukung untuk dapat mandiri dan berkembang maju.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tbidris.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tbidris.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tbidris.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tbidris.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tbidris.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tbidris.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tbidris.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tbidris.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tbidris.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tbidris.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tbidris.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tbidris.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tbidris.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tbidris.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=36&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tbidris.wordpress.com/2009/02/21/ketimpangan-pembangunan-wilayah-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/020375cbbdcd40699281c8a18cacd7c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tbidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lampung Timur antara “Percaya dan tidak percaya”</title>
		<link>http://tbidris.wordpress.com/2008/09/14/lampung-timur-antara-%e2%80%9cpercaya-dan-tidak-percaya%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://tbidris.wordpress.com/2008/09/14/lampung-timur-antara-%e2%80%9cpercaya-dan-tidak-percaya%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 05:32:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tbidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tbidris.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rentang waktu lima bulan, aparat kepolisian Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) telah mengirimkan 14 jenazah tersangka berbagai kasus kejahatan asal Kecamatan Jabung Lampung Timur. Kapolres Lamtim AKBP Dedi Jumadi Sumarsito, didampingi Kasatreskrim AKP Sugianto dan Kapolsek Jabung AKP Marwan Kholid, Senin (4-8), mengatakan para tersangka yang sebagian juga pernah beraksi di Lampung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=14&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Dalam rentang waktu lima bulan, aparat kepolisian Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) telah mengirimkan 14 jenazah tersangka berbagai kasus kejahatan asal Kecamatan Jabung Lampung Timur. Kapolres Lamtim AKBP Dedi Jumadi Sumarsito, didampingi Kasatreskrim AKP Sugianto dan Kapolsek Jabung AKP Marwan Kholid, Senin (4-8), mengatakan para tersangka yang sebagian juga pernah beraksi di Lampung Timur itu ditembak karena melawan atau mencoba kabur saat akan ditangkap. Kasus kejahatan mereka, antara lain perampasan dan pencurian sepeda motor, serta perampokan bank. </span><span id="more-14"></span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Selain Jabung, peti mati berisi mayat pelaku kejahatan juga dikirimkan ke Kecamatan Melinting. Selama lima bulan terakhir, polsek setempat menerima kiriman dua mayat pelaku kejahatan, masing-masing dari Poltabes Bandar Lampung dan Polres Lampung Selatan (<strong>Harian Umum Lampung Post. Selasa, 5 Agustus 2008</strong>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Saya rasa akan timbul pertanyaan yang luar biasa dan sangat mendasar, tentang apa yang sebenarnya terjadi di Lampung Timur, sampai begitu parahkah kondisi perekonomian masyarakat sampai harus menjadi pelaku kejahatan dan beraksi di luar Lampung ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Kalau pernah tinggal di Bandar Lampung atau di Lampung, tentunya tidak akan kaget dengan berita kriminlitas di Koran lokal bahwa mayoritas pembegal motor dan perampokan sadis yang terjadi di Lampung berasal dari Kabupaten ini, dan yang menarik para pelakunya adalah remaja tanggung berumur 15-30 tahunan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Kabupaten Lampung Timur merupakan hasil otonomi daerah pasca reformasi 1998, kabupaten ini merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Tengah dan diresmikan pada 20 April 1999. Dengan kata lain sudah 9 tahun kabupaten ini berdiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">secara geografis berada di pesisir timur dari Provinsi Lampung. Kabupaten Lampung Timur beribu kota di Sukadana, luas wilayahnya 433.789 Ha terdiri dari 24 (dua puluh empat) kecamatan dan 246 desa (Lampung dalam angka 2007), kabupaten ini merupakan sentra produksi jagung, dengan Kontribusi rata-rata produksi 371.455 ton/tahun ini setara dengan 30,75% total produksi Lampung yang mencapai rata-rata mencapai 1.163.947 ton/tahun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">akses masuk ke Lampung Timur saat ini sudah banyak mengalami perbaikan dan peningkatan, terutama  melalui jalan trans timur. Jalanya luar bisa bagus dengan aspal dan lebar jalan yang memadai, rasanya menginjak gas sampai 100 km/jam pun kita tak akan kesulitan, mengapa karena dengan kualitas jalan yang begitu mulus dan kondisi jalan yang lenggang, nyaris jarang berpapasan dengan kendaraan lain dalam radius dekat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Kabupaten ini mempunyai pelabuhan penangkapan ikan yang cukup besar dan berada dikecamatan Labuan meringgai, dari sebaranya kabupaten ini mempunyai potensi yang luar bisa mengingat dengan jumlah penduduk 929.159 jiwa (lampung dalam angka 2007) dan jumlah luas wilayah 433.789 Ha areal Ha, memiliki potensin pertanian yang besar terbukti total 99.566 ha dan merupakan areal pertanian yang Produktif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Dari 24 kecamatan yang ada, tulisan ini akan memfokuskan pada 4 kecamatan yang unik dari sudut pandang kriminolg, mengapa karna kempat kecamatan ini yakni Kecamatan Melinting, Gunung Pelindung, Labuhan Maringgai, Jabung merupakan eksportir utama dari para pelaku kejahatan terutama perampokan dan curanmor di wilayah Lampung dan Jawa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Menarik… untuk dikaji fenomena ekspor pelaku kejahatan dari Kabupaten Lampung Timur. Hal ini penting karena nampaknya profesi kejahatan sudah menjadi semacam budaya tersendiri dan sudah mendapat “izin” dari masyarakat. Apa tidak ada pekerjaan lain di kampung yang bisa mereka kerjakan sampai pilihan sadar memilih menjadi “penjahat” menjadi opsi terakhir.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Hasil pengamatan penulis pada pertengahan Juli 2008 mengunjungi daerah ini, melihat kondisi masyarakat sebetulnya sangat majemuk dan normal seperti desa lainnya di Provinsi Lampung, hal ini terlihat dari pembauran antara masyarakat pendatang dan asli yang semuanya menggunakan bahasa lampung sebagai pengantar berbahasa sehari-hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Dua kali penulis mengunjungi Lampung Timur dalam rangka mencari pemuda pelopor desa yang akan dilatih di Tanjung karang. Hasil wawancara dengan salah seorang peserta yang berasal dari melinting mebeberkan fakta baru bahwa dalam satu tahun terakhir, aparat keamana yang masuk untuk mencari tersangka di melinting sudah sangat sering dan umumnya datang dengan kekuatan penuh, yakni dua mobil atau minimal 15 orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Pada awalnya aparat datang di siang hari, tapi kemudian lebih sering datang dini hari menjelang subuh, ini dimaksudkan untuk menghindari perlawanan masyarakat yang bergotong royong menjaga warganya yang hendak di “ciduk” oleh aparat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">sambil berseloroh Dia mengilustrasikan bahwa seringkali subuh dini hari kentongan dipukul dan warga berteriak kalau ada polisi…. Mereka umumnya berteriak dan kompak untuk memberitahu warga lainnya bahwa ada polisi yang datang. Kemudian teriakan itu disusul oleh bunyi rentetan senapan yang mebelah keheningan malam. Umumnya aparat kepolisian gabungan (polda lampung dan Polda di jawa) kembali dengan tangan hampa, karena begitu kompaknya warga dalam bergotong royong membela di terdakwa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Bagaimana dengan kehidupan beragama, dia bercerita kalau diwaktu sholat terutama waktu magrib dan Isya masjid umumnya penuh oleh warga yang berjamaah. Disini dapat kita kesimpulan awal bahwa pendidikan agama sudah sampai dan warga mayoritas memeluk agama Islam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Dia bercerita kalau umumnya masyarakat di daerahnya mayoritas bersuku Lampung, umumnya bermata pencaharian bercocok tanam dan berkebun, kalau menjadi peternak dia bercerita aga susah karena ternak yang dimiliki jarang bertahan lama karena tingginya tingkat pencurian oleh diantara masyarakat sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Antara percaya dan tidak, tapi itulah realitas yang terjadi di daerah Kabupaten Lampung timur dimana mayoritas beragama muslim dan masjid atau surai tetap penuh di waktu adzan berkumandang, tapi dari sana lah asal para pembajak dan para begal.yang relatif sadis dalam setiap aksinya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;color:#000000;">Sungguh miris bila kita bayangkan, ketika kejahatan sudah menjadi hal yang di maklumi dan bahkan di izinkan .dari tulisan ini dapat di ambil beberapa kesimpulan awal bahwa memang telah terjadi pergesaran paradigma di masyarakat yang memaklumi kejahatan menjadi sesuatu yang wajar dan semuanya kembali lagi-lagi bersumber dari upaya pemenuhan kebutuhan hidup.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tbidris.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tbidris.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tbidris.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tbidris.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tbidris.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tbidris.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tbidris.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tbidris.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tbidris.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tbidris.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tbidris.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tbidris.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tbidris.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tbidris.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tbidris.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tbidris.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=14&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tbidris.wordpress.com/2008/09/14/lampung-timur-antara-%e2%80%9cpercaya-dan-tidak-percaya%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/020375cbbdcd40699281c8a18cacd7c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tbidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warren Buffett</title>
		<link>http://tbidris.wordpress.com/2008/04/02/warren-buffett/</link>
		<comments>http://tbidris.wordpress.com/2008/04/02/warren-buffett/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 13:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tbidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi, Keuangan & Audit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tbidris.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Syahdan suatu sore di pertengahan bulan maret, maha guru keuangan dinegri ini yakni Prof. Roy Sambel bertanya, siapakah orang terkaya di Amerika sekarang ? karena jarang mengupdate berita langsung terbayang “pasti O’m Bill Gate dong” ternyata jawabanya salah, yang benar adalah Warren Buffett, terdengar sangat asing dan menimbulkan pertanyaan besar “Who’s that man…” Cerita pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=8&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Syahdan suatu sore di pertengahan bulan maret, maha guru keuangan dinegri ini yakni Prof. Roy Sambel bertanya, siapakah orang terkaya di Amerika sekarang ? karena jarang mengupdate berita langsung terbayang “pasti O’m Bill Gate dong” ternyata jawabanya salah, yang benar adalah Warren Buffett, terdengar sangat asing dan menimbulkan pertanyaan besar “<strong>Who’s that man</strong>…”</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span id="more-8"></span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Cerita pun berlanjut dengan siapa guru dan orang yang paling mempengaruhi Warren Buffett. 85 % yang mempengaruhinya adalah Benjamin Graham, Intinya teorinya tentang hitungan Quantitative dengan ide pokok belilah saham ketika harganya murah, sedangkan 15 % yang mempengaruhinya adalah <span> </span>Philip Fisher, <span> </span>Inti teorinya tentang hitungan Qualitative dengan ide pokok lihatlah prospek kedepan dan petimbangkan kualitas manajemen perusahaan yang menukangi perusahaan. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Warren Buffett mengemukakan bahwa dalam berinvestasi ada 4 yang harus menjadi pedoman, pertama jangan mudah terpengaruh dan panik dengan situasi pasar karena tidak semua pelaku pasar rasional. kedua jangan terpengaruh dengan situasi makro ekonomi jangka pendek, Ketiga belilah bisnisnya dan bukan sahamnya dan yang terkahir aturlah dengan baik Portofolio bisnis yang kita punya.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Semudah itukah untuk menjadi orang terkaya, berikut disajikan biografi singkat Warren Buffett yang diambil dari Majalah Bisnis yang berjudul “<strong>Buffett, Kaya karena Sabar dan Telaten</strong>”</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Majalah Forbes menobatkan investor kawakan Wall Street, Warren Buffett, menjadi orang terkaya di jagat ini, menggantikan posisi Bill Gates yang sudah 13 tahun terakhir mendominasi daftar orang terkaya. Gates kini ada di posisi ketiga dengan kekayaan 58 miliar dollar AS. Posisi kedua ditempati jutawan telekomunikasi dari Meksiko, Carlos Slim Helú, yang memiliki 60 miliar dollar AS.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Kekayaan Buffett tahun 2007 naik dari 52 miliar dollar AS menjadi 62 miliar dollar AS, setara dengan Rp 570 triliun. Kekayaan Buffett, yang sering disebut ”Oracle from Omaha” ini, dihitung berdasarkan nilai sahamnya di perusahaan Berkshire Hathaway dan aset lain yang dia miliki.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Saham kelas A Berkshire naik 25 persen selama periode Juli 2006-Februari 2008. Harga saham itu sempat mencapai 150.000 dollar per lembar. Buffett membeli saham Berkshire 46 tahun lalu seharga 8 dollar per lembar, pada saat perusahaan itu merupakan perusahaan tekstil.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Kekayaannya tak datang dalam satu-dua tahun. Sejak muda Buffett memutar otak untuk mencari uang dan mengembangkan aset. Kemampuan finansialnya terasah sejak muda, pada saat anak seusianya senang bermain sepak bola.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Langkahnya dalam berinvestasi selalu menjadi perhatian investor perorangan. Tahun lalu muncul rumor dalam milis investor perorangan bursa Jakarta, sang investor fundamental Warren Buffett ”berbelanja” saham di Bursa Efek Indonesia. Segera para anggota milis ramai menebak saham apa yang kira-kira diborong investor kawakan ini. Tak hanya itu, di toko-toko buku tidak sedikit buku panduan investasi yang mengupas cara-cara sukses berinvestasi ala Buffett.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Dia bukan investor ”ji-go-bur”, investor yang mendapat kentungan ala jigo-gocap, beli saham pada harga Rp 25 lalu kabur saat harga Rp 50. Ia tak mengambil untung dari aksi beli saham pagi hari, lalu menjualnya pada sore hari.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Investasinya didasarkan pada nilai intrinsik perusahaan, bukan pada kenaikan harga saham yang didongkrak alias ”digoreng”. Dia memegang saham dalam jangka panjang dan tak melakukan perdagangan saham dalam tempo singkat.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Ada satu hal yang dilakukan Buffett dan banyak orang tak tahu. Saat membeli saham perusahaan, hal yang dia lihat adalah apakah cerobong asap perusahaan masih mengepul. Ini adalah salah satu indikator baginya, perusahaan itu benar-benar eksis dan operasional.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Sabar</span></strong></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Anak kedua dari tiga bersaudara ini pada usia enam tahun membeli enam Coca-Cola dari toko kakeknya seharga 24 sen. Dia menjual kembali kaleng-kaleng bekas minuman itu dengan harga nikel dan mendapatkan untung sebesar 5 sen.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Pada usia 11 tahun, Buffett membeli tiga unit saham Cities Service Preferred seharga 38 dollar per saham untuk dia dan kakaknya, Doris. Tak lama setelah dia membeli saham itu, harganya melorot menjadi 27 dollar per saham. Dengan sabar Buffett menunggu hingga harga saham naik menjadi 40 dollar, lalu menjualnya.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Buffett menyesal karena akhirnya saham Cities Service Preferred menjadi 200 dollar per saham. Peristiwa ini membawa pesan penting bagi dia dalam berinvestasi: bersabarlah!</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Tak lama setelah membeli saham Berkshire tahun 1962, dia lalu menjadi pemegang saham pengendali pada 1965. Dia lalu membeli perusahaan asuransi dan dengan cerdik menginvestasikan cadangan kas perusahaan itu.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Kemudian, Berkshire menginvestasikan uangnya pada perusahaan asuransi seperti GEICO dan General Re, perhiasan Borsheim, perusahaan makanan Diary Queen, dan perusahaan permen See’s Candies. Perusahaan itu juga menjadi pemegang saham bukan pengendali pada Anheuser-Busch, Coca-Cola, dan Wells Fargo.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Strategi investasinya sederhana. Dia tak dipusingkan oleh rumor yang setiap hari berseliweran di kalangan para investor saham. Buffett fokus pada perusahaan dengan saham berharga murah, tetapi punya kesempatan berkembang.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Buffett hanya mau berinvestasi pada saham-saham perusahaan yang bisnisnya dia kenal dengan baik. Ia memiliki saham Coca-Cola dan tak pernah menjualnya. Pada saat bisnis internet meledak, semua orang di pasar saham seakan terlanda eforia dan beramai-ramai membeli saham-saham dotcom. Ia tak tergoda. Saham perusahaan berbasis internet seperti Global Crossing dan Etoys.com pernah seharga 80 dollar per unit, tetapi kini saham-saham tersebut tak berharga. Dia tidak pernah membeli saham perusahaan dotcom. Tentu penilaian Buffett tidak pas untuk saham Google.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Lepas dari itu, saat membeli saham, Buffett tak pusing dengan tabel, rumus, grafis, dan analisis teknikal. Dia lebih menganalisis secara fundamental perusahaan yang hendak dibeli. Buku favoritnya adalah The Intelligent Investor karya Ben Graham, gurunya. Graham menulis, berinvestasi adalah mengenai kemampuan untuk memahami gambaran besar, bukan terpaku pada detail-detail teknis.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Akan tetapi, strategi Buffett berlandaskan kesabaran dan ketelatenan itu hanya bisa diterapkan di negara dengan bursa yang memiliki sistem kuat. Artinya, dalam bursa itu pengawas harus kuat dan emiten (perusahaan penerbit saham) mesti jujur. Masalahnya, ada juga bursa di dunia yang berisi perusahaan tak kredibel dan pengawas bursa yang bisa disuap.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Sederhana dan murah hati</span></strong></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Buffett tetap sederhana dan tinggal di kawasan Dundee, Omaha, yang dia beli tahun 1958. Ia bersahabat baik dengan pasangan Bill dan Melinda Gates.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Buffett memberikan 10 juta saham Berkshire untuk Yayasan Bill &amp; Melinda Gates senilai 30,7 miliar dollar. Jumlah itu merupakan sumbangan terbesar sepanjang sejarah.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Dia juga menyumbangkan saham Berkshire senilai 6,7 miliar kepada Yayasan Susan Thompson Buffett. Orang kaya ini juga merupakan penyumbang untuk calon presiden Hillary Clinton ataupun Barack Obama.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Kehidupan rumah tangganya agak membingungkan. Istrinya, Susan, yang dinikahi tahun 1952, meninggalkan dia pada 1977, pindah ke San Francisco. Tetapi, secara hukum mereka tidak pernah bercerai hingga Susan meninggal pada 2004. Hubungan keduanya tetap baik walaupun tidak tinggal satu atap.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Susan, penyanyi kabaret, pun masih sering mendampingi Buffett. Susan pula yang memperkenalkan Buffett kepada Astrid Menks, pelayan restoran di sebuah kafe di Omaha. Satu tahun setelah Susan meninggalkan Buffett, Astrid hidup bersama Buffett atas restu Susan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Dalam banyak kesempatan, mereka bertiga tampil bersama. Dua tahun setelah Susan meninggal, barulah Buffett secara resmi meminang Astrid sebagai istrinya.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow',sans-serif;">Sumber : http://vibiznews.com<br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tbidris.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tbidris.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tbidris.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tbidris.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tbidris.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tbidris.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tbidris.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tbidris.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tbidris.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tbidris.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tbidris.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tbidris.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tbidris.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tbidris.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tbidris.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tbidris.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=8&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tbidris.wordpress.com/2008/04/02/warren-buffett/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/020375cbbdcd40699281c8a18cacd7c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tbidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Target Indonesia 2030</title>
		<link>http://tbidris.wordpress.com/2008/04/01/target-indonesia-2030/</link>
		<comments>http://tbidris.wordpress.com/2008/04/01/target-indonesia-2030/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 11:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tbidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Moneter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tbidris.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Bertempat di Istana Negara pada hari Kamis 22 Maret 2007. Yayasan Indonesia Forum meluncurkan Visi Indonesia 2030 yang ditandai dengan peluncuran buku &#8220;Kerangka Dasar Visi Indonesia 2030&#8243; dihadiri Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. target yang hendak di capai oleh visi tersebut adalah &#8221; Negara maju yang unggul dalam pengelolaan kekayaan alam”, ditopang oleh 4 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=7&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Bertempat di Istana Negara pada hari Kamis 22 Maret 2007. Yayasan Indonesia Forum meluncurkan Visi Indonesia 2030 yang ditandai dengan peluncuran buku &#8220;Kerangka Dasar Visi Indonesia 2030&#8243; dihadiri Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. target yang hendak di capai oleh visi tersebut adalah &#8221; Negara maju yang unggul dalam pengelolaan kekayaan alam”, ditopang oleh 4 pencapaian utama, yaitu :</span></p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<ol start="1" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Masuk      5 besar dalam kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan perkapita sebesar      US$ 18.000</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Pemanfatan      kekayaan alam yang berkelanjutan</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Perwujudan      kehidupan modern yang merata (share growth)</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Mengantarkan      setidaknya 30 perusahaan Indonesia dalam daftar Fortune 500 company</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Visi ini dibangun dengan mengasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi riil rata-rata adalah sebesar 7,62 % per tahun, laju inflasi rata-rata sebesar 4,95 % per tahun dan pertumbuhan penduduk rata-rata 1,12 % per tahun.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Kenyataan yang terjadi sekarang, pendapatan perkapita sebesar hanya US$ 1600 dengan pertumbuhan ekonomi sepuluh tahun terakhir tidak pernah lebih dari 6 %. asumsi APBN 2008 pertumbuhan ekonomi diharapkan 6,3 % dan yang menarik revisi terbaru dari World Bank yang melansir bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sebesar 6 % dikarenakan pertumbuhan perekonomian nasional akan tergerus oleh perlambatan ekonomi global.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Terlepas dari kondisi yang ada sekarang, pertanyaan yang mendasar bagi generasi kelahiran 80&#8242;an adalah dimanakah posisi kita dalam mencapai target Indonesia 2030.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Kita beranalogi bahwa umur kita pada 2030 adalah 50 tahun, ini berarti sebuah mimpi yang telah dicanangkan oleh Yayasan Indonesia Forum akan kita nikmati, dan berimplikasi bahwa mulai saat ini kita telah ikut dalam gerbong besar yang sedang berjalan menuju sang mimpi, atau kita sama sekali acuh tak acuh pada mimpi ini&#8230;..</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Menurut sebagian orang bahwa kesuksesan berawal dari sebuah Mimpi&#8230;&#8230;&#8230; yang akan terwujud atau hanya sebagai kembang tidur yang akan berhenti ketika kita terbangun……. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tbidris.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tbidris.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tbidris.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tbidris.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tbidris.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tbidris.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tbidris.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tbidris.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tbidris.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tbidris.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tbidris.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tbidris.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tbidris.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tbidris.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tbidris.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tbidris.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=7&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tbidris.wordpress.com/2008/04/01/target-indonesia-2030/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/020375cbbdcd40699281c8a18cacd7c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tbidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Berkelanjutan</title>
		<link>http://tbidris.wordpress.com/2008/03/31/pembangunan-berkelanjutan/</link>
		<comments>http://tbidris.wordpress.com/2008/03/31/pembangunan-berkelanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 12:11:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tbidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Moneter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tbidris.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan adalah sebuah proses produksi dan konsumsi dimana materi dan energi diolah dengan menggunakan faktor produksi, seperti modal, mesin mesin (capital), tenaga kerja (labor dan human resources), dan bahan baku (natural resources). Dalam hal penyediaan bahan baku dan proses produksi kegiatan pembangunan dapat membawa dampak kepada lingkungan alam dan masyarakat sekitarnya, yang pada gilirannya akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=6&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Pembangunan adalah sebuah proses produksi dan konsumsi dimana materi dan energi diolah dengan menggunakan faktor produksi, seperti modal, mesin mesin (capital), tenaga kerja (labor dan human resources), dan bahan baku (natural resources). Dalam hal penyediaan bahan baku dan proses produksi kegiatan pembangunan dapat membawa dampak kepada lingkungan alam dan masyarakat sekitarnya, yang pada gilirannya akan berdampak kepada keberlanjutan pembangunan. Dalam memperhatikan keberlanjutan pembangunan yang tidak hanya memperhatikan kepentingan saat ini tapi juga memperhatikan kepentingan masa mendatang, maka pembangunan harus dilaksanakan secara berkelanjutan.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span id="more-6"></span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi masa mendatang. Didalamnya terdapat dua gagasan penting (Surna TD, 2001) :</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Gagasan kebutuhan, yaitu      kebutuhan esensial untuk memberlanjutkan kehidupan manusia</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Gagasan keterbatasan yang      bersumber pada kondisi teknologi dan organisasi sosial terhadap kemampuan      lingkungan untuk memenuhi kebutuhan kini dan hari depan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Tujuan yang harus dicapai untuk keberlanjutan pembangunan adalah : keberlanjutan ekologis, keberlanjutan ekonomi, keberlajutan sosial budaya dan politik, keberlanjutan pertahanan dan keamanan. Sedangkan pembangunan keberlanjutan mempunyai prinsip prinsip dasar dan prinsip dasar tersebut dari setiap elemen pembangunan berkelanjutan dapat diringkas menjadi 4 (empat), yaitu: pemerataan, partisipasi, keanekaragaman (diversity), integrasi dan perspektif jangka panjang (Surna TD, 2001).</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Kata “berkelanjutan” (sustainable) memiliki implikasi dalam suatu rentang waktu, dan pemanfaatan sumberdaya dapat dianggap berkelanjutan untuk rentang waktu tertentu, biasanya 10 hingga 20 tahun. Namun demikian, rentang waktu ini sering pula dianggap tidak cukup mewakili istilah “berkelanjutan” (Conrad, 1999). Bila istilah “berkelanjutan” berarti “dapat dipertahankan secara ad infinitum”, pemanfaatan sumberdaya oleh masyarakat primitif sekalipun – yang berburu dan mengumpulkan (hunting-gathering) – tidak dapat dikategorikan berkelanjutan. Hal ini berkaitan dengan konsep pembangunan (development) yang tidak mungkin dilakukan tanpa konsumsi. Sehingga dalam kenyataannya, pembangunan berkelanjutan seringkali memiliki kontradiksi dalam pelaksanaannya.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Arti berkelanjutan secara ekstrim dapat dikatakan sebagai keseimbangan statis, dimana dalam keseimbangan tersebut tidak terdapat perubahan, meskipun tentu saja terdapat perubahan dalam lokasi dari waktu ke waktu (Boulding 1991. Pezzey 1992). Berkelanjutan dapat pula berarti keseimbangan yang dinamis (Clark, 1989) yang memiliki dua arti yaitu: pertama, keseimbangan sistem yang mengalami perubahan, dimana parameter perubahan dalam keseimbangan tersebut bersifat konstan; yang kedua adalah keseimbangan suatu sistem yang setiap parameternya mengalami perubahan, sehingga setiap perubahan misalnya dalam populasi akan memicu restorasi nilai populasi awal tersebut.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Pembangunan berkelanjutan memastikan bahwa generasi yang akan dating memiliki kesempatan ekonomi yang sama dalam mencapai kesejahteraannya, sepertihalnya generasi sekarang. Untuk dapat melaksanakan pembangunan berkelanjutan diperlukan cara mengelola dan memperbaiki portofolio asset ekonomi, sehingga nilai agregatnya tidak berkurang dengan berjalannya waktu. Portofolio asset ekonomi tersebut adalah capital alami (Kn), capital fisik (Kp) dan capital manusia (Kh), secara sistematis pembangunan berkelanjutan dapat dijabarkan dalam gambar berikut:</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Dalam paradigma ekonomi, pembangunan berkelanjutan dapat diterjemahkan sebagai pemeliharaan kapital. Ada empat variasi kebijakan mengenai pembangunan berkelanjutan :</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<ol start="1" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Kesinambungan yang sangat lemah      (very weak sustainabillity) atau “Hartwick-Solow sustainability” yang      hanya mensyaratkan kapital dasar total yang harus dipelihara.      Kesinambungan ini dapat dicapai dengan memastikan bahwa tingkat/ laju      konsumsi berada di bawah Hicksian income, dimana Hicksian income ini      didefinisikan sebagai tingkat konsumsi maksimum yang dapat membangun      kondisi masyarakat yang lebih sejahtera di akhir periode pembangunan      dibandingkan dengan kondisi awalnya. Diasumsikan natural capital dapat      disubsitusi dengan kapital buatan manusia (man-made capital) tanpa batas.      Dengan kata lain, deplesi sumberdaya alam tidak diperhitungkan dalam      penilaian kegiatan ekonomi (Harnett, 1998)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Kesinambungan yang lemah (weak      sustainability), mensyaratkan pemeliharaan kapital total, dengan kendala      bahwa modal alami yang penting (critical natural capital) harus      dilestarikan. Misalnya : bila sumberdaya air dan keragaman spesies      merupakan hal yang penting bagi stabilitas ekosistem, sumberdaya tersebut      tidak dapat dikorbankan bagi alasan-alasan pertumbuhan ekonomi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Kesinambungan yang kuat (strong      sustainability) mensyaratkan bahwa tidak ada substitusi bagi modal alami      (natural capital), karena natural capital ini memperkuat kesejahteraan      manusia dan degradasi natural capital tersebut dapat dikembalikan      kondisinya ke kondisi awal. Kesinambungan yang kuat mensyaratkan      pemeliharaan kapital total, dengan kendala bahwa agregrat kapital total      harus dilestarikan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Kesinambungan yang sangat kuat      (very strong sustainability) mensyaratkan bahwa kesinambungan sistem      ekologi adalah esensi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Pembangunan      yang bergantung pada sumberdaya (resource-dependent “development”)      diperbolehkan, namun demikian, pertumbuhan yang bergantung pada sumberdaya      (resources-dependent “growth”) tidak dapat dibenarkan. Interpretasi ini      mensyaratkan pemisahan setiap komponen dari natural capital. Pada      kenyataannya, very strong sustainability lebih merupakan sistem daripada      suatu konsep ekonomi.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Suatu pembangunan, agar dapat berkelanjutan, memiliki suatu persyaratan minimum yaitu bahwa sediaan kapital alami (natural capital stock) harus dipertahankan sehingga kualitas dan kuantitasnya tidak menurun dalam suatu rentang waktu (Pearce, 1992). Pemanfaatan sumberdaya alam sebagai natural capital adalah suatu proses substraksi dan/atau penambahan materi dari dan kepada sistem alam (Gunawan, 1994). Proses ini kemudian menyebabkan perubahan ke dalam setiap komponen sistem alam tersebut yang berakibat pada perubahan kondisi alami dari sumberdaya.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Dalam sisi skala waktu pemanfaatan relatif terhadap siklus regenerasi atau pemulihan sediaan, sumberdaya alam biasanya dikelompokkan menjadi dua kategori: Sumberdaya tidak pulih dan sumberdaya pulih (Tietenberg, 2000, Hussen, 2000). Keduanya memiliki karakteristik yang spesifik, sehingga, bila konsep sumberdaya sebagai “bahan bakar” pembangunan pola pemanfaatnya menjadi kunci dari suatu pembangunan yang berkelanjutan.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Sumberdaya yang tak pulih adalah sumberdaya yang laju pemulihannya sangat lambat sehingga sumberdaya tersebut tidak dapat memulihkan stok/sediaannya dalam waktu yang ekonomis (Conrad, 1999, Tietenberg, 2000). Tanpa daur ulang pemanfaatannya, sumberdaya tak pulih akan habis bila dimanfaatkan. Misalnya, penambangan tembaga akan berakibat pada habisnya sediaaan dan cadangan tembaga tersebut. Tanpa pemanfaatan ulang tembaga yang telah diekstraksi, cadangan tambang tembaga akan nihil.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Sumberdaya pulih dibedakan dengan sumberdaya tak pulih berdasarkan pada kemampuan pemulihan alami yang dimiliki sumberdaya ini yang lajunya tak dapat diabaikan. Di samping itu, siklus pemulihan ini dapat kembali memperbesar jumlah sediaan yang berkurang akibat pemanfaatannya (Tietenberg, 2000). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, meskipun terbatas, aliran pemanfaatan sumberdaya ini dapat dipertahankan secara terus menerus. Volume dan kelanjutan aliran pemanfaatan beberapa siklus sumberdaya alam yang pulih sangat tergantung pada manusia. Misalnya, penangkapan ikan yang berlebihan akan mengurangi sediaan ikan secara alami yang lebih lanjut dapat menurunkan laju peningkatan alami dari populasi ikan tersebut. Jenis sumberdaya pulih yang lain, seperti energi surya, aliran pemanfaatannya tidak tergantung manusia</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';color:black;">Pada pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kepentingan ekonomi dan kepentingan lingkungan, terdapat 3 (tiga) pilar tujuan (Daniel M, 2003), yaitu : pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan, stabilitas dan efisiensi. Pada pilar kedua pembangunan sosial yang bertujuan pengentasan kemiskinan, pengakuan jati diri dan pemberdayaan masyarakat. Sedangkan pilar kedua pembangunan lingkungan yang berorientasi pada perbaikan lingkungan lokal seperti sanitasi lingkungan, industri yang lebih bersih dan rendah emisi, dan kelestarian sumberdaya alam.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tbidris.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tbidris.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tbidris.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tbidris.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tbidris.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tbidris.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tbidris.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tbidris.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tbidris.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tbidris.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tbidris.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tbidris.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tbidris.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tbidris.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tbidris.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tbidris.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=6&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tbidris.wordpress.com/2008/03/31/pembangunan-berkelanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/020375cbbdcd40699281c8a18cacd7c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tbidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya</title>
		<link>http://tbidris.wordpress.com/2008/03/29/akhirnya/</link>
		<comments>http://tbidris.wordpress.com/2008/03/29/akhirnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 19:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tbidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tbidris.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berulang kali ragu dan malas untuk memulai, akhirnya hari ini termotivasi juga untuk memulai sebuah Blogs, hal ini terinsipirasi dan terdorong salah seorang mahasiswa S3 di pascasarjana Ilmu Akuntansi FE UI yakni Mas Wing.. Thanks for your motivate and EViews Tutorial&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=3&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow','sans-serif';">Setelah berulang kali ragu dan malas untuk memulai, akhirnya hari ini termotivasi juga untuk memulai sebuah Blogs, hal ini terinsipirasi dan terdorong salah seorang mahasiswa S3 di pascasarjana Ilmu Akuntansi FE UI yakni Mas Wing.. Thanks for your motivate and EViews Tutorial&#8230;</span><span style="font-size:12pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tbidris.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tbidris.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tbidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tbidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tbidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tbidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tbidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tbidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tbidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tbidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tbidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tbidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tbidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tbidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tbidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tbidris.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tbidris.wordpress.com&amp;blog=3312520&amp;post=3&amp;subd=tbidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tbidris.wordpress.com/2008/03/29/akhirnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/020375cbbdcd40699281c8a18cacd7c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tbidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
